Sabtu, 06 Oktober 2012
Jumat, 05 Oktober 2012
internet tercepat di indonesia
saat ini telah ditandatangani kontrak kerjasama pembangunan jaringan
kabel optik berkecepatan tinggi untuk
tujuan Asia Tenggara (termasuk Indonesia) dengan kecepatan 17Tbps (17 Terabits per detik).
Proyek ini dilakukan lewat bawah laut melalui kabel Southeast Asia Japan Cable (SJC) yang akan
menghubungkan Singapura dan Jepang dengan panjang 8300 km.
Sistem SJC ini akan menghubungkan Singapura, Hong Kong, Indonesia, Filipina, dan Jepang. Kapasitas
jaringan fiber optik 6 pasangnya didesain untuk kapasitas 17 Terabits per second (Tbps) dan dapat
ditingkatkan hingga 23 Tbps, kapasitas terbesar yang pernah dibuat hingga saat ini.
Pihak-pihak awal yang terlibat dalam proyek terobosan ini di antaranya adalah Globe Telecom (Filipina),
Google (USA), KDDI (Jepang), Network i2i, Reliance Globalcom (lewat FLAG Pacific Limited, Bermuda),
dan Telemedia Pacific Inc., Ltd. (Hong Kong/Indonesia). Pihak lainnya akan bergabung jika persetujuan
awal proyek telah diperoleh.
Dengan kapasitas setara seperempat miliar kabel jaringan telepon biasa, koneksi SJC sebesar 17Tbps ini
akan memiliki panjang lebih dari 5000 mil dan dapat ditingkatkan hingga 23Tbps jika dibutuhkan pada masa
mendatang.
Sebagai gambaran, 1 Tera = 1000 Giga = 1.000.000 Mega. 1 Tbps = 1.000.000 Megabit / 8 = 125.000
Megabytes. Jadi, untuk mentransfer sebuah film berukuran 700 Megabytes, diperlukan waktu sekitar
0.0056 detik (sekedipan mata) lewat jalur ini.
tujuan Asia Tenggara (termasuk Indonesia) dengan kecepatan 17Tbps (17 Terabits per detik).
Proyek ini dilakukan lewat bawah laut melalui kabel Southeast Asia Japan Cable (SJC) yang akan
menghubungkan Singapura dan Jepang dengan panjang 8300 km.
Sistem SJC ini akan menghubungkan Singapura, Hong Kong, Indonesia, Filipina, dan Jepang. Kapasitas
jaringan fiber optik 6 pasangnya didesain untuk kapasitas 17 Terabits per second (Tbps) dan dapat
ditingkatkan hingga 23 Tbps, kapasitas terbesar yang pernah dibuat hingga saat ini.
Pihak-pihak awal yang terlibat dalam proyek terobosan ini di antaranya adalah Globe Telecom (Filipina),
Google (USA), KDDI (Jepang), Network i2i, Reliance Globalcom (lewat FLAG Pacific Limited, Bermuda),
dan Telemedia Pacific Inc., Ltd. (Hong Kong/Indonesia). Pihak lainnya akan bergabung jika persetujuan
awal proyek telah diperoleh.
Dengan kapasitas setara seperempat miliar kabel jaringan telepon biasa, koneksi SJC sebesar 17Tbps ini
akan memiliki panjang lebih dari 5000 mil dan dapat ditingkatkan hingga 23Tbps jika dibutuhkan pada masa
mendatang.
Sebagai gambaran, 1 Tera = 1000 Giga = 1.000.000 Mega. 1 Tbps = 1.000.000 Megabit / 8 = 125.000
Megabytes. Jadi, untuk mentransfer sebuah film berukuran 700 Megabytes, diperlukan waktu sekitar
0.0056 detik (sekedipan mata) lewat jalur ini.
tentang blackberry curve 9220-hundrack
Semakin ketatnya persaingan di pasar smartphone, perkembangan sistem
operasi otomatis juga semakin memanas. Tahun lalu, RIM mengeluarkan
sistem operasi BlackBerry OS 7. Sayangnya sebelum munculnya BlackBerry
Curve 9220 — yang juga dikenal dengan nama Davis — smartphone
BlackBerry dengan OS 7 yang paling murah adalah Apollo atau Curve 9360
seharga Rp 3,2 juta.
BlackBerry Curve 9220 sendiri diprediksi akan laris di pasaran mengingat harganya yang paling rendah dibanding smartphone BlackBerry OS 7 lainnya. Seperti apa kinerjanya? Berikut hasil pengujian kami.
Desain
Tidak ada yang mengejutkan. Desain fisik Curve 9220 nyaris identik dengan Apollo (Curve 9360) dan Gemini (Curve 8520). Saya akan sering membandingkannya dengan Gemini, mengingat keduanya berada di kisaran harga yang sejajar. Keduanya memiliki ukuran yang amat mirip, hanya saja Curve 9220 memiliki bodi yang lebih tipis sekitar 1,2 mm. Bodi yang mengilap membuatnya rentan terhadap goresan, sama seperti Gemini.
BlackBerry Curve 9220
Perbedaan lebih terasa saat menggunakan keyboard QWERTY. Walaupun sekilas desain tombol keyboard sama, tapi keyboard Davis lebih nyaman dibandingkan Gemini 8520. Ukuran tombol dan jarak antar tombol yang pas membuat aktivitas mengetik dapat dilakukan dengan akurat dan tidak melelahkan.
Tombol akses cepat (shortcut key) yang disediakan mengalami sedikit perubahan. Jika di sisi kanan telah tersedia tombol pengatur volume dan kamera, kini di sisi kiri Anda akan menemukan tombol cepat untuk mengakses BBM (BlackBerry Messenger). Tombol yang terakhir itu tentunya amat berguna jika Anda sering menggunakan fasilitas chatting tersebut.
Fitur dan Kinerja
Mengingat ini adalah smartphone BlackBerry OS 7 versi GSM paling murah saat ini, spesifikasi yang diberikan juga tidak akan mengagetkan. Ada satu fitur baru yang tidak ditemukan di BlackBerry seri lainnya, yaitu radio FM. Sayangnya fitur ini sudah termasuk sangat umum dan sudah bisa ditemukan di ponsel seharga ratusan ribu rupiah.
Meskipun begitu, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Tampilan saat mengakses radio cukup sederhana. Fitur lainnya mencakup sensor accelerometer dan kompas serta pembaca dokumen. Fitur multimedia cukup standar dengan kemampuan memutar video dalam format MP4, .H263/.H264 serta file audio dalam format MP3, eAAC+, WMA, WAV dan FLAC. Tentunya untuk multimedia, Anda dapat menggunakan microSD card yang telah didukung sampai kapasitas 32GB.
Untuk mengabadikan momen, Curve 9220 dilengkapi kamera 2 MP tanpa autofokus dan flash. Dengan kamera ini, Anda juga bisa merekam video VGA (640 x480 piksel). Baik hasil kamera maupun video cukup standar, tapi cukup memadai jika sekadar dikirimkan via BBM atau email. Tetapi jika dibandingkan smartphone di kelas harganya, kinerja kamera dan videonya cukup tertinggal.
Bicara soal performa, BlackBerry Curve 9220 tergolong responsif, apalagi jika dibandingkan dengan Gemini 8520. Ini tentunya berkat peningkatan RAM yang kini mencapai 512MB, dua kali lipat lebih besar dari Gemini yang hanya 256MB. Mengakses berbagai fungsi, mulai dari browsing, kamera, BBM, galeri foto, Facebook, Twitter dan sebagainya, dapat dilakukan dengan lancar dan cepat.
Untuk kecepatan akses data, Curve 9220 masih mengandalkan GPRS dan EDGE yang memang cukup terbatas kecepatannya. Anda juga dapat menghubungkannya menggunakan Wi-Fi jika menemukan hotspot. Ini akan berguna untuk mempercepat aktivitas browsing atau download aplikasi dari BlackBerry App World.
Satu hal yang mengagumkan dari Curve 9220 adalah daya tahan baterai. Jika selama ini Anda mengeluhkan daya tahan baterai saat menggunakan BlackBerry, Curve 9220 dijamin akan membuat Anda kaget — dalam arti yang positif. Dalam kondisi penggunaan yang cukup normal untuk BlackBerry (aktivitas browsing, BBM, memotret dan push e-mail cukup aktif), Curve 9220 yang saya gunakan mampu bertahan sampai 15 jam dan belum "berteriak" minta diisi baterainya.
Bahkan saat akhir pekan dan tidak banyak aktivitas data yang dilakukan, Curve 9220 mampu bertahan 15 jam dengan kondisi baterai masih sekitar 30%. Perlu dicatat, saya berlangganan paket BlackBerry Internet Service Unlimited dengan 4 akun email aktif yang menarik lebih dari 100 email per hari. Sebenarnya daya tahan baterai ini tidak mengherankan karena Davis telah dilengkapi baterai berkapasitas 1450mAh, atau sekitar 30% lebih besar dibandingkan baterai Gemini.
Kesimpulan
BlackBerry Curve 9220 memang bukan smartphone yang paling canggih di kelas harganya. Kelebihan smartphone BlackBerry ini masih terletak pada BBM, push email serta layanan media sosial yang dimungkinkan oleh layanan BlackBerry Internet Service (BIS). BlackBerry Curve 9220 dipasarkan di kisaran harga Rp 1.999.000, cukup murah untuk jajaran ponsel BlackBerry GSM dan hanya sedikit lebih mahal dibandingkan Curve 8520 yang kini turun harga menjadi Rp 1.599.000.
Jika Anda membutuhkan sebuah smartphone yang handal untuk urusan chatting (Anda juga dapat menggunakan WhatsApp Messenger, Yahoo Messenger, Google Talk dan Windows Live), push e-mail serta social media, BlackBerry Curve 9220 layak dipertimbangkan. Namun jika tiga hal tersebut tidak menjadi prioritas Anda, masih banyak alternatif smartphone lain yang memiliki fitur lebih lengkap dengan harga setara.
BlackBerry Curve 9220 sendiri diprediksi akan laris di pasaran mengingat harganya yang paling rendah dibanding smartphone BlackBerry OS 7 lainnya. Seperti apa kinerjanya? Berikut hasil pengujian kami.
Desain
Tidak ada yang mengejutkan. Desain fisik Curve 9220 nyaris identik dengan Apollo (Curve 9360) dan Gemini (Curve 8520). Saya akan sering membandingkannya dengan Gemini, mengingat keduanya berada di kisaran harga yang sejajar. Keduanya memiliki ukuran yang amat mirip, hanya saja Curve 9220 memiliki bodi yang lebih tipis sekitar 1,2 mm. Bodi yang mengilap membuatnya rentan terhadap goresan, sama seperti Gemini.
Perbedaan lebih terasa saat menggunakan keyboard QWERTY. Walaupun sekilas desain tombol keyboard sama, tapi keyboard Davis lebih nyaman dibandingkan Gemini 8520. Ukuran tombol dan jarak antar tombol yang pas membuat aktivitas mengetik dapat dilakukan dengan akurat dan tidak melelahkan.
Tombol akses cepat (shortcut key) yang disediakan mengalami sedikit perubahan. Jika di sisi kanan telah tersedia tombol pengatur volume dan kamera, kini di sisi kiri Anda akan menemukan tombol cepat untuk mengakses BBM (BlackBerry Messenger). Tombol yang terakhir itu tentunya amat berguna jika Anda sering menggunakan fasilitas chatting tersebut.
Fitur dan Kinerja
Mengingat ini adalah smartphone BlackBerry OS 7 versi GSM paling murah saat ini, spesifikasi yang diberikan juga tidak akan mengagetkan. Ada satu fitur baru yang tidak ditemukan di BlackBerry seri lainnya, yaitu radio FM. Sayangnya fitur ini sudah termasuk sangat umum dan sudah bisa ditemukan di ponsel seharga ratusan ribu rupiah.
Meskipun begitu, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Tampilan saat mengakses radio cukup sederhana. Fitur lainnya mencakup sensor accelerometer dan kompas serta pembaca dokumen. Fitur multimedia cukup standar dengan kemampuan memutar video dalam format MP4, .H263/.H264 serta file audio dalam format MP3, eAAC+, WMA, WAV dan FLAC. Tentunya untuk multimedia, Anda dapat menggunakan microSD card yang telah didukung sampai kapasitas 32GB.
Untuk mengabadikan momen, Curve 9220 dilengkapi kamera 2 MP tanpa autofokus dan flash. Dengan kamera ini, Anda juga bisa merekam video VGA (640 x480 piksel). Baik hasil kamera maupun video cukup standar, tapi cukup memadai jika sekadar dikirimkan via BBM atau email. Tetapi jika dibandingkan smartphone di kelas harganya, kinerja kamera dan videonya cukup tertinggal.
Bicara soal performa, BlackBerry Curve 9220 tergolong responsif, apalagi jika dibandingkan dengan Gemini 8520. Ini tentunya berkat peningkatan RAM yang kini mencapai 512MB, dua kali lipat lebih besar dari Gemini yang hanya 256MB. Mengakses berbagai fungsi, mulai dari browsing, kamera, BBM, galeri foto, Facebook, Twitter dan sebagainya, dapat dilakukan dengan lancar dan cepat.
Untuk kecepatan akses data, Curve 9220 masih mengandalkan GPRS dan EDGE yang memang cukup terbatas kecepatannya. Anda juga dapat menghubungkannya menggunakan Wi-Fi jika menemukan hotspot. Ini akan berguna untuk mempercepat aktivitas browsing atau download aplikasi dari BlackBerry App World.
Satu hal yang mengagumkan dari Curve 9220 adalah daya tahan baterai. Jika selama ini Anda mengeluhkan daya tahan baterai saat menggunakan BlackBerry, Curve 9220 dijamin akan membuat Anda kaget — dalam arti yang positif. Dalam kondisi penggunaan yang cukup normal untuk BlackBerry (aktivitas browsing, BBM, memotret dan push e-mail cukup aktif), Curve 9220 yang saya gunakan mampu bertahan sampai 15 jam dan belum "berteriak" minta diisi baterainya.
Bahkan saat akhir pekan dan tidak banyak aktivitas data yang dilakukan, Curve 9220 mampu bertahan 15 jam dengan kondisi baterai masih sekitar 30%. Perlu dicatat, saya berlangganan paket BlackBerry Internet Service Unlimited dengan 4 akun email aktif yang menarik lebih dari 100 email per hari. Sebenarnya daya tahan baterai ini tidak mengherankan karena Davis telah dilengkapi baterai berkapasitas 1450mAh, atau sekitar 30% lebih besar dibandingkan baterai Gemini.
Kesimpulan
BlackBerry Curve 9220 memang bukan smartphone yang paling canggih di kelas harganya. Kelebihan smartphone BlackBerry ini masih terletak pada BBM, push email serta layanan media sosial yang dimungkinkan oleh layanan BlackBerry Internet Service (BIS). BlackBerry Curve 9220 dipasarkan di kisaran harga Rp 1.999.000, cukup murah untuk jajaran ponsel BlackBerry GSM dan hanya sedikit lebih mahal dibandingkan Curve 8520 yang kini turun harga menjadi Rp 1.599.000.
Jika Anda membutuhkan sebuah smartphone yang handal untuk urusan chatting (Anda juga dapat menggunakan WhatsApp Messenger, Yahoo Messenger, Google Talk dan Windows Live), push e-mail serta social media, BlackBerry Curve 9220 layak dipertimbangkan. Namun jika tiga hal tersebut tidak menjadi prioritas Anda, masih banyak alternatif smartphone lain yang memiliki fitur lebih lengkap dengan harga setara.
Langganan:
Komentar (Atom)



